e-Book Gratis “Jauhilah Kesyirikan” – Ustadz Abulmundzir Jafar Salih

Islam muncul dianggap asing, dan akan kembali asing sebagaimana kemunculannya dan beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” Begitulah sabda baginda Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam semenjak kurang lebih 14 abad yang lampau ketika Nabi mengajak bangsa Arab kepada kalimat tauhid “Laa ilaaha Illallah”. Namun, mereka menolak dan mengatakan, “Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan saja. Sesungguhnya ini benar-benar perkara yang ajaib!” (QS Shaad: 5). Inilah keterasingan itu, keterasingan tauhid. Orang yang memahaminya, mengamalkan kandungannya, dan tidak terjatuh dalam pembatalnya, telah menjadi asing dan semakin asing pada akhir zaman. Banyak orang mengaku muslim, tetapi tidak sedikit dari mereka merasa asing akan makna yang benar dari kalimat agung ini: “Laa ilaaha Illallah.”

Di antara ulama yang konsern mendakwahkan makna “Laa ilaaha Illallah” adalah Muhammad bin Abdul Wahhab. Ulama yang lahir pada awal abad ke-12 Hijriyah ini merupakan sosok yang sangat populer. Karya-karyanya banyak yang menjelaskan akan hakikat kalimat yang agung ini. Dan di antaranya adalah buku yang ada di tangan pembaca ini, Al-Qawaid Al-Arba’ yang kami alih bahasakan judulnya menjadi

Jauhilah Kesyirikan! 4 Kaidah Mengenal Agama Musyirkin dan Perbedaannya dengan Islam

Dalam buku ini, penulis menerangkan garis pembeda ajaran yang dibawa oleh Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berupa ajaran Islam dengan ajaran yang beliau perangi berupa kesyirikan, yaitu dengan memaparkan empat kaidah yang disarikan dari Al-Qur’an dan As-sunnah yang shahihah.
Buku kecil ini layak menjadi pedoman setiap muslim yang ingin mengetahui ajaran musyrikin agar dapat menjauhinya. Selain itu, buku ini juga layak dihadiahkan kepada orang-orang yang dicintai agar terhindar dari bahaya dosa yang tidak diampuni oleh Allah Ta’aala ini, yakni dosa kesyirikan!
Buku ini kami lengkapi dengan catatan kaki dan faedah tambahan berupa tafsir bagi ayat-ayat Al-Qur’an yang diambil dari tafsir Ibnu Katsir dan At-Thabari, dan beberapa keterangan ulama seperti Imam Shan’ani, Syaikh Shalih Fauzan, dan lain-lain.
Di akhir buku ini, kami tambahkan tulisan tentang dua masalah yang penting, yaitu hukum minta doa kepada mayit dan hukum minta Syafaat dari orang hidup karena banyak orang keliru dalam masalah ini. Semoga usaha kecil ini bermanfaat dan mendapatkan taufik dari Allah. Hanya kepada Allah semata kami berharap, sesungguhnya Dia Maha Penolong dan Maha Berkuasa.

Penulis,
Abulmundzir Jafar Salih

Download e-Book

Posted by Redaksi Attauhid

ATTAUHID.NET adalah media informasi dan dakwah Masjid At-Tauhid yang beralamat di Rt. 01 Rw. 05 Pajeleran, Sukahati, Cibinong

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *