Tradisi Bermaafan Sebelum Ramadhan

Soal:

Ustadz apakah broadcast ini shahih?


Hukum minta maaf sebelum Ramadhan

Ketika Rasulullah sedang berkhotbah pada suatu Sholat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat Jum’at para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: “ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah

amin-kan doaku ini”, jawab Rasulullah.

Do’a Malaikat Jibril adalah sbb: Yaa Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

– Tidak memohon ma’af terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);

– Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;

– Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullahpun amin sebanyak 3 kali.

(Hadis shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah ra)

 

Tak terasa kurang dri 3 minggu lg akan memasuki bln suci Ramadhan. Utk itu :

🙏 izinkan dari lubuk hatiku yang paling dalam, kami Alex beserta kel. memohon maaf untuk…

 

🙏 Tulisan yg tidak berkenan…

🙏 janji yg terabaikan…

🙏 hati yg berprasangka buruk..

🙏 sikap yg menyakitkan…

🙏🏻 Ucapan yg kurang berkenan.

 

🙏 Mohon maaf atas semua kekhilafan…..

 

⭐ Semoga kita di beri umur panjang nan barokah…

⭐ Semoga kita bisa di pertemukan pd bulan Suci Ramadhan…

 

🙏 Allahumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya’bana wa ballighnaa Romadhoona waghfirlanaa dzunuubanaa…

Aamiin…Ya robbal Allamiin..


Jawaban atas pesan diatas

Bismillah,

 

Postingan begini sebaiknya tidak perlu disebarluaskan karena penulisnya tidak jujur dalam mengutip hadits, karena hadits yg dikutip sama sekali tidak ada asal usulnya

Hadits yg diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, 3:192 dan Ahmad, 2:246, 254. Ternyata, pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah, 3:192, juga pada kitab Musnad Imam Ahmad, 2:246 dan 2:254 ditemukan hadis yg berikut:

 

عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له  يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين  قال الأعظمي : إسناده جيد

“Dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam naik mimbar lalu bersabda, ‘Amin … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, *Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,* maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, *Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),* maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, *Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu*,’ maka kukatakan, ‘Amin.”” (Al-A’zhami berkata, “Sanad hadis ini jayyid.”)

Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam Al-Madzhab, 4:1682. Dinilai hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Qaulul Badi‘, no. 212; juga oleh Al-Albani di Shahih At-Targhib, no. 1679.

Dari sini, diketahui hadis yg dikutip adalah hadis yang berbeda.

Entah siapa orang iseng yang membuat hadis tentang maaf-maafan menjelang ramadhan,

Bisa jadi juga, pembuat hadis ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadan, lalu sengaja menyelewengkan hadis ini untuk mengesahkan tradisi tersebut.

Yang jelas, hadis yang tersebar luas itu tidak ada asal-usulnya. Kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu.

Sebenarnya, itu bukan hadis dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.

 

Wallahu a’lam

 

Posted by Redaksi Attauhid

ATTAUHID.NET adalah media informasi dan dakwah Masjid At-Tauhid yang beralamat di Rt. 01 Rw. 05 Pajeleran, Sukahati, Cibinong

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *