Fenomena Cerita Mukidi

cerita-medsos

Banyak sekali beredar di sosial media cerita-cerita dusta untuk membuat orang tertawa yang dinisbatkan dengan si MUKIDI.

Saya tidak tahu asal-usulnya, namun yang pasti saya sangat heran terhadap si pembuat cerita yang dusta lagi tak bermanfaat, tidakkah mereka berfikir bahwa yang ia lakukan adalah salah satu hal yang tidak bermanfaat sama sekali, bahkan hal itu bisa merusak citra agamanya?, sebagaimana hal ini disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ اْلمَرْئِ تَرْكُهُ مَالَا يَعْنِيْه

“Termasuk baiknya islam seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. At Tirmidzi, No: 2317)

Yang bisa difahami bahwa jika seseorang tidak ingin citra islamnya buruk, hendaknya ia meninggalkan hal2 yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Termasuk salah satunya cerita si “Mukidi”.

Sedangkan orang yang belum kenal agama islam lebih dalam (orang awam), menjadi korban pembodohan cerita tersebut dengan ungkapan tertawa dan mempublikasikan cerita dusta tersebut di kalayak umum. Allahusta’an… tidakkah anda mendengar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, Celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315)

Lihatlah syari’at mengancam orang yang bercerita namun berdusta hanya untuk membikin ketawa dengan kata وَيْلٌ (CELAKA), cobalah untuk merenungi !!!…

Menurut hemat saya boleh bergurau tapi yang jujur dengan pembuktian fakta, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي لأَمْزَحُ , وَلا أَقُولُ إِلا حَقًّا

“Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.” (HR. Thobroni)

Oleh karena jadilah orang yang berakhlak seperti akhlaknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berhentilah membuat cerita dusta dan janganlah membantu untuk menyebarkannya. Karena Allah Azza wa Jalla menasehati kita:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan janganlah saling tolong menolong dalam hal dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Maka dari itu bersikaplah menjadi muslim sejati….

 

Ditulis Oleh: Abu Khalid Muhammad Iqbal Al Malanji

Situs resmi: www.groupcahayaiman.wordpress.com

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *