Faidah Ringkas dari Kitab Qowa’idul Arba (Bagian 3)

lampu1 (800x500)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata,

Kaedah ketiga:

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam muncul (diutus) kepada kaum yang peribadatan mereka beraneka ragam.

  • Di antara mereka ada yang beribadah kepada malaikat,
  • ada juga yang beribadah kepada para Nabi dan orang shalih,
  • dan ada juga yang beribadah kepada pepohonan dan bebatuan,
  • dan di antara mereka ada juga yang beribadah kepada matahari dan bulan.

Akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerangi mereka semuanya tanpa membeda-bedakan.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

“Dan Perangilah mereka hingga tidak ada fitnah dan agama hanya milik Allah.” (QS. Al-Anfal:39)

Faedah:

  1. Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diutus kepada manusia yang menyetukukan Allah. Di antara mereka ada yang menyembah malaikat, matahari dan bulan, berhala, bebatuan, dan pohon, dan ada juga yang menyembah orang shalih.
  2. Ini sebagai bukti jeleknya perbuatan syirik, dimana pelakunya berpecah belah dalam hal ibadah. Berbeda dengan ahli tauhid yang memiliki sesembahan yang satu,
  3. “Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (QS. Yusuf:39)
  4. Perpecahan yang dilakukan oleh ahlu syirik disebabkan mereka berjalan di atas hawa nafsu dan arahannya orang-orang sesat.
  5. Perumpamaan orang-orang yang berbidah kepada Allah semata dan kaum musyrikin, seperti seorang budak yang dimiliki oleh SATU ORANG MAJIKAN dan budak yang dimiliki oleh beberapa orang secara bersamaan.
  6. Tentu saja yang dimiliki satu orang lebih merasa tentram dan lebih mengerti apa yang harus dia lakukan. Sedangkan yang dimiliki oleh beberapa orang akan kebingungan, dimana masing-masing pemilik memiliki keinginan dan tuntutan yang berbeda.
  7. Allah berfirman, “Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Az-Zumar:29)
  8. Perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang memerangi semua manusia yang berbidah kepada selain Allah, dari watsaniyyun (penyembah berhala), Yahudi dan Nashara (penyembah Nabi), majusi (penyembah api), penyembah malaikat, dan penyembah para wali, ini sebagai bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan, “Penyembah berhala (batu, pohon, Dan benda mati) tidak sama dengan yang menyembah orang shalih dan malaikat.”
  9. Dengan anggapan ini mereka menginginkan bahwa orang-orang yang menyembah kuburan (orang shalih atau wali) hukumnya berbeda dengan para penyembah berhala. (penyembah orang shalih) Tidak boleh dikafirkan, dan perbuatan tersebut tidak tergolong kesyirikan, sehingga mereka tidak boleh diperangi.
  10. kita katakan kepada mereka, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak membeda-bedakan di antara mereka. Bahkan beliau menganggap mereka semua ahli syirik. Beliau tetap memerangi Orang Nashoro yang menyembah Al-Masih (Nabi), Yahudi yang menyembah Uzair juga diperangi, dan Uzair adalah nabi mereka atau orang shalih dikalangan mereka.

Insya Allah kaedah ke 3 masih bersambung pada kesempatan berikutnya…

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *