Faidah Ringkas dari Kitab Qowa’idul Arba (Bagian 1)

aqidah-yang-lururs

gambar: www.mpilampung.org

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata,

“Kaedah Pertama: Hendaknya kamu mengetahui, bahwasanya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengakui bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur (alam semesta). Dan (hendaknya kamu juga mengetahui) bahwasanya keyakinan mereka tersebut tidak dapat memasukkan mereka ke dalam Islam.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Yunus:31)

FAEDAH:

  1. Bahwasanya hanya mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta tidak lantas memasukkan seseorang ke dalam Islam. Karena dahulu orang-orang yang diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta. Akan tetapi nyatanya tidak memasukkan mereka ke dalam Islam.
  2. Seluruh manusia Mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemberi rejeki, Menghidupkan dan Mematikan, dan Mengatur seluruh makhluk.”
  3. Bahkan kaum musyrikin yang diperangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sekalipun mengakui hal ini.
  4. Ini menunjukkan bahwasanya dakwah yang diusung para Rasul bukanlah tauhid rububiyyah (meyakini Allah sebagai Pencipta dan pemelihara alam semesta)
  5. Hanya meyakini tauhid rububiyyah (meyakini ALLAH sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta) tidak akan bermanfaat bagi pelakunya. Karena kaum musyrikin dahulu juga mengakuinya, tapi tidak dapat mengeluarkan mereka dari kekufuran dan memasukkan mereka ke dalam Islam.
  6. Kesalahan besar ketika memaknakan tauhid hanya dalam hal percaya bahwa sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Sebagaimana dilakukan oleh ulama’ ahli kalam di dalam kitab-kitab mereka.

Barangsiapa mengatakan, “Bahwasanya kesyirikan ialah ketika seseorang meyakini ada Pencipta dan Pemberi rejeki lain bersama Allah.” Maka dia berada dalam kesesatan sebagaimana kesesatan kaum musyrikin Quraisy dahulu.

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *