Pengakuan Nubuwah/Kenabian Muhammad ﷺ

Islamic Wallpapers HD  Prophet Muhammad (SAW) Name  superb Wallpapers;
credit: www.92wallpapers.com

Dari: Fi Zhilal Sirah (program Stasiun Radio “Quran Karim”di Saudi)

Muhammad Rasulullah ﷺ bukanlah orang yang pertama mengklaim bahwa akan ada seorang nabi terakhir, yang bernama Ahmad. Sebelum Muhammad ﷺ”resmi” diutus oleh Allah menjadi seorang nabi, sudah ada cukup banyak kaum yang mengetahui akan adanya nabi terakhir ini. Bahkan orang-orang yang pertama-tama memberi tahu bahwa Muhammad ﷺ adalah sang nabi terakhir, adalah beberapa orang dari kaum ini.

Siapakah orang-orang itu? Apa agama dan keyakinan mereka?

 

1. Rahib/Pendeta Nasrani Buhaira dari Busyra

Pendeta Buhaira ini tinggal disebuah tempat ibadah yang khusus dan tertutup, dimana orang-orang yang tinggal di sana fokus untuk ibadah dan menjauhi interaksi sosial. Nama daerah tempat ibadah ini adalah Busyra.

Suatu ketika, Abu Thalib dan kafilah dagangmya, bersama Muhammad ﷺyang masih remaja ini tiba di tempat ibadah ini. Buhaira terkejut dengan kedatangan kafilah dagang yang tidak biasa ini. Buhaira mendatangi Muhammad ﷺdan dia terkejut, karena menemukan tanda nabi terakhir pada beliau ﷺ, sebagaimana yang dia dapati pada ajaran nasraninya.

Buhaira merasa cemas akan keselamatan Muhammad ﷺ, dan meminta Abu Thalib untuk membawa Muhammad ﷺ remaja ini kembali ke Mekkah. Demikianlah pengakuan pendeta/rahib Buhaira yang nasrani ini.

Nasrani yang dimaksud di sini adalah bukan Katolik atau Kristen, justru Nasrani di sini adalah jejak peninggalan terakhir ajaran Isa/Yesus, yang murni mengakui bahwa Allah adalah esa dan hanya beribadah kepada Allah.

Pada tahun 324, kekaisaran Romawi Bizantium di Konstantinopel menciptakan agama baru yang merupakan sinkretisme antara nasrani dan dewa-dewa Yunani. Beberapa postulatnya adalah:
(1) didaulatnya Isa/Yesus menjadi tuhan ke-3, setelah sebelumnya mereka sepakat ada tuhan ke-2 yakni Ruh Kudus (malaikat Jibril/Gabriel), lalu
(2) disusunlah Bible sebagai pengganti resmi atas berbagai lembaran dan ajaran Injil asli yang tersebar pada waktu itu.

 

2. Pendeta nasrani Waraqah bin Naufal

Mimpi-mimpi dalam tidur Muhammad ﷺ yang selalu menjadi kenyataan di esok harinya, membuat beliau ﷺ bingung dengan kondisi ini. Ketika malaikat Jibril/Gabriel turun kepada Muhammad ﷺ dengan 5 ayat pertama dari Quran (Surat Al-‘Alaq 1-5), maka Muhammad ﷺ masih belum paham, apa maksud dari ini semua.

Khadijah binti Khuwailid, istri beliau ﷺ, membawa Muhammad ﷺ ke pamannya yang pendeta nasrani, bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah mengatakan bahwa Muhammad ﷺ adalah nabi utusan Allah, dan nanti Muhammad ﷺ akan diusir oleh kaumnya sendiri.

Waraqah yang sudah tua dan menjadi buta ini mengatakan bahwa andai dia masih hidup ketika Muhammad ﷺ diusir, maka dia akan menolong Muhammad ﷺ dengan seluruh dirinya. Muhammad ﷺ menjadi sangat sedih ketika tahu bahwa kaumnya akan mengusir beliau ﷺ. Waraqah akhirnya meninggal sebelum terjadi di kemudian hari, ketika terjadi Muhammad ﷺ diusir dari Mekkah.

Waraqah adalah Nasrani Ariyun, pengikut pendeta Arius. Pendeta Arius ini termasuk Nasrani asli, yang menolak pemaksaan akidah trinitas (tiga tuhan) buatan pemerintah Romawi Bizantium. Para pengikut nasrani asli yang bertauhid ini akhirnya diperangi oleh Romawi Bizantium, dan pengikut Nasrani tauhid inu menyebar ke berbagai daerah karena melarikan diri.

 

3. Kaum Yahudi di Yatsrib (Madinah Munawwarah)

Dahulu di Yatsrib (sekarang bernama Madinah Munawwarah, kota suci ke-2 umat Islam), dihuni oleh banyak kaum Yahudi. Dua kabilah Yahudi dominan di sana adalah ‘Auz dan Khazraj, yang kedua kaum ini taat pada ajaran Yahudi mereka.

Kaum Yahudi di Yatsrib, terutama ‘Auz dan Khazraj, sangat meyakini ajaran Yahudi mereka. Mereka sejak dahulu kala sudah yakin bahwa akan ada nabu utusan Allah yang akan diusir dari Gunung Faran (Mekkah) ke arah utara, yaitu Yatsrib. Mereka menunggu kedatangan nabi ini, untuk membelanya dan berperang bersamanya menegakkan agama Allah.

Ketika Muhammad ﷺ sudah menjadi nabi , lalu saat suatu musim haji, Rasulullah ﷺ bertemu ‘Auz dan Khazraj di Mina untuk mengajak mereka kepada Islam. Kedua kaum ini langsung beriman akan ajakan ini, lalu kemudian kedua kaum Yahudi ini menjadi Kaum Anshar, dan menjadikan Yatsrib sebagai Negara Islam (Daulah Islamiyah). Negara Islam ini berdiri tanpa peperangan sama sekali, suatu hal yang tidak pernah terjadi (dimana suatu negara pada waktu itu selalu ada setelah peperangan).

 

4. Zaid bin ‘Amr bin Nufail Al-Qurasyi

Zaid adalah seorang Quraisy yang berbeda dari kaum Quraisy pada umumnya, dimana mereka adalah kaum Jahiliyah musyrik penyembah berhala yang merupakan dewa-dewa penjelmaan orang-orang suci jaman dahulu. Zaid tekun mempelajari agama Ibrahim, sampai beliau menyatakan diri sebagai penganut agama Ibrahim.

Zaid juga sama seperti Nasrani dan Yahudi, dia meyakini akan datangnya nabi yang akan diusir dari Gunung Faran ke arah utara. Zaid yang minoritas ini aktif mendakwahi kaumnya yang Jahiliyah untuk mengajak mereka ke agama yang benar. Banyak aktivitas dan kebiasaan Jahiliyah yang dia tentang dan upaya luruskan.
Inilah beberapa dalil tentang pengakuan kenabian Muhammad ﷺ. Semoga dengan mempelajari sejarah Muhammad ﷺ dapat meningkatkan kebaikan, keimanan, dan ketakwaan kaum muslimin di Indonesia. Aamiin.

Bandung, 1 Syawal 1437 / 6 Juli 2016

Abu Muhammad Al-Faatih

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *