Macam-macam Najis (Bagian Kedua)

Ditulis Oleh : Azhar Khalid Seff LC., MA.

 

K. Jika di pakaian atau badan atau tempat shalat terdapat najis, lalu orang yang mengerjakan shalat teringat hal itu ketika tengah atau setelah shalat maka mengenai hal itu terdapat beberapa penjelasan:

1. Jika dia teringat akan hal tersebut ketika tengah mengerjakan shalat, maka dia boleh melenyapkan atau membuang najis yang ada pada dirinya itu dengan syarat tidak membuka aurat, lalu dia boleh tetap terus melanjutkan shalatnya. Dan shalat yang dikerjakannya itu tetap sah.

 

2. Jika dia tidak bisa menghilangkan najis itu di tengah-tengah shalat, di mana jika dia membuang najis itu akan terbuka auratnya, atau najis itu mungkin ada di badannya, maka pada saat itu dia menghentikan shalatnya baru kemudian dia menghilangkan najis tersebut untuk selanjutnya mengulangi shalatnya lagi.

 

3. Jika dia teringat sepulang dari shalat, bahwa dia telah mengerjakan shalat dengan mengenakan pakaian yang terkena najis atau shalat di tempat yang terdapat najis atau shalat sedang di badannya terdapat najis maka shalatnya tetap sah.

 

Semuanya itu didasarkan pada hadits Abu Sa’id al-Khudri , di mana dia bercerita: “Pada suatu hari, kami pernah mengerjakan shalat bersama Rasulullah ﷺ. Setelah mengerjakan beberapa bagian dari shalat, beliau melepaskan kedua terompahnya lalu meletakkannya di sebelah kirinya.

Ketika orang-orang menyaksikan hal tersebut maka mereka pun melepaskan terompah mereka. Dan setelah mengerjakan shalat, beliau bertanya, ‘Mengapa kalian melepaskan terompah kalian?

’ Mereka menjawab, ‘Kami melihatmu melepas terompahmu sehingga kami pun melepaskan terompah kami.’ Maka beliau pun bersabda:

((إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا أَذًى أَوْ قَذَرًا فَإِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُقَلِّبْ نَعْلَيْهِ فَإِنْ رَأَى فِيهِمَا أَذًى فَلْيُمِطْ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا *.))

‘Sesungguhnya Jibril telah mendatangiku seraya memberitahukan kepadaku bahwa pada kedua terompahku itu terdapat kotoran, sehingga aku pun melepaskan keduanya.

 

Oleh karena itu, barangsiapa di antara kalian mendatangi masjid maka hendaklah dia melihat kedua terompahnya, jika melihat kotoran pada keduanya, atau beliau bersabda, ‘najis’, maka hendaklah dia mengusap keduanya kemudian mengerjakan shalat dengan mengenakan keduanya.’”

Yang demikian itu khusus berkenaan dengan penghilangan najis. Adapun bagi orang yang mengerjakan shalat lalu teringat pada saat atau setelah shalat bahwa dia mengerjakan shalat dengan tidak berwudhu’, atau dia teringat bahwa dia dalam keadaan junub, maka shalatnya tidak sah secara keseluruhan. Ketetapan tersebut berlaku sama, baik dia teringat pada saat shalat atau setelah shalat. Dan karenanya, dia harus menghilangkan hadats tersebut untuk kemudian mengulangi shalatnya lagi. Hal itu didasarkan pada sabda Nabi ﷺ :

((لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ *…))
“Tidak diterima shalat tanpa bersuci….”

 

M. Kesimpulan :

Bahwa hukum pokok dalam segala sesuatu adalah: suci dan boleh. Oleh karena itu, jika seorang muslim ragu mengenai kenajisan air, pakaian, tempat shalat atau yang lainnya, maka semuanya itu tetap berhukum suci.

Demikian juga jika dia meyakini kesucian sesuatu lalu dia ragu apakah ia najis atau tidak, maka hukum yang berlaku adalah kesucian yang diyakininya.

Demikian juga sebaliknya, jika dia meyakini ketidaksucian sesuatu lalu dia lupa untuk menyucikannya maka hukum yang berlaku adalah apa yang diyakininya.

Dan jika dia lupa mengenai jumlah rakaat atau putaran thawaf atau hitungan talak, maka hukum yang berlaku padanya adalah keyakinan dirinya, yaitu yang paling sedikit. Demikian itulah kaidah agung, yakni: tetap berpedoman pada keadaan yang diketahui dan mengesampingkan keraguan .

Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda kepada seseorang yang merasa seakan-akan buang angin dalam shalat:

((لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا *.))

“Tidak perlu menghentikan shalatnya sehingga dia mendengar suara atau mencium bau (angin).”

–SELESAI–

GRUP BAABUSSALAAM

✒ Ustadz Azhar Khalid Seff, LC. MA


WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
http://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *