Sudahkah Engkau Mencintai dan Mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Dengan Sebenarnya ?


( BAGIAN 1 )

Setiap muslim diperintah oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk menghormati, mengagungkan, mencintai dan memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-A’raf [7] :157)

 

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri…” (QS. Al-Ahzab [33] : 6)

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya pada anaknya, orang tuanya bahkan seluruh manusia” (HR. Al-Bukhari no.15 dan Muslim no.44, hadits dari Anas bin Malik).

 

Wahai Saudaraku…

Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hukumnya wajib, yang mengharuskan seseorang untuk mencontoh dan bersikap sama dengannya dalam segala hal, baik perkara yang beliau cintai maupun perkara yang beliau benci…

Tidak boleh seseorang melakukan perbuatan atau ibadah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak contohkan, apalagi dengan mengatakan bahwa perbuatan itu termasuk “CINTA” kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam…

Karena hakikat cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan ittiba’ (mengikuti beliau), bukan dengan berbuat bid’ah (perkara baru dalam agama)…

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab [33] : 21)

 

Sudahkah engkau mencintai Rasulullah…
Cinta yang akan menghidupkan hati dan menghibur jiwa…
Berapa banyak waktu yang digunakan demi cinta kepadanya…
Berapa banyak pikiran yang terkuras demi cinta kepadanya…
Kebahagiaan apakah yang menyamai kebahagiaan dalam cinta…

Cinta karena Allah terhadap manusia yang dicintai-Nya, dapat mendekatkan diri kepada Allah serta cinta-Nya…

Jika mencintai seseorang karena Allah, maka sebenarnya Allah jualah yang dicintai…

Seseorang mencintainya karena Allah mencintainya, dan mereka mengagungkan dan memuliakannya, karena Allah mengagungkan dan memuliakannya…

BETAPA BANYAK beliau memohon kepada Allah kebaikan untuk umatnya dan bergembira dengan karunia Allah yang diberikan kepada mereka…

BETAPA BANYAK beliau bersabar terhadap penderitaan karena menyebarkan dakwah dan bersabar terhadap celaan kaum musyrik, baik dengan ucapan maupun perbuatan, sehingga Allah menyempurnakan lewat perantaraan beliau agama ini dan menyempurnakan nikmat-Nya…

Ia dituduh penyihir, penyair dan orang gila, giginya pecah, wajahnya pun berdarah-darah…

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS. At-Taubah [9] :128)

 

Lewatnya Allah telah menyelamatkan manusia dari kesyirikan kepada tauhid…
Dari kebid’ahan kepada sunnah…
Dari kemaksiatan kepada ketaatan…
Menunjukkan dari kesesatan…
Mengajarkan dari kebodohan…

 

Beliau orang yang paling terpuji akhlaknya, paling terpercaya, paling jujur ucapannya, paling dermawan, paling penyabar, paling tawadhu’ dan paling suka membalas kebaikan dengan balasan yang berlipat ganda…

Lebih mementingkan orang lain dari pada diri sendiri, paling pemurah dan belas kasih, paling pemaaf dan santun menghadapi kejahilan yang menimpa dirinya…

Paling menyambung silaturahim, paling menepati janji, paling konsisten dengan perintahnya dan meninggalkan larangannya serta paling dicintai Allah…

Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya, bahaya besar bagi orang yang durhaka kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari” (QS. Al-Hujurat [49] : 2)

Ini hanya akibat meninggikan suara di hadapan Nabi, lalu bagaimana dengan nasib orang-orang yang mengolok-olok atau yang mentertawakan kaum muslimin yang berusaha melaksanakan perintah dan sunnah Rasul-Nya !

“Katakanlah: Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS. At Taubah [9] : 24)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

“Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian” (Tafsir al-Qur’an al ‘Azhim IV/124).

“…Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah (cobaan) atau ditimpa azab yang pedih” (QS.An-Nuur [24] : 63)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

“Hendaknya berhati-hati orang yang menyelisihi syari’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lahir dan batin, mereka akan ditimpa fitnah di dalam hatinya berupa kekufuran, kemunafikan dan bid’ah…” (Tafsir al-Qur’an al ‘Azhim VI/89-90).

Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berkata :

لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

“Aku tidak meninggalkan sedikit pun amalan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lakukan, melainkan aku pun mengerjakannya, karena aku khawatir jika aku meninggalkan satu saja perintahnya maka aku akan sesat” (HR. Al-Bukhari no. 3093)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

“Wahai saudaraku, berhati-hatilah jika engkau membenci sesuatu yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau engkau menolak sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mengikuti hawa nafsumu atau membela madzhabmu atau membela syaikhmu, membela gurumu atau kalian menolak sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena engkau sibuk dengan dunia, mementingkan dunia, mengikuti syahwat.

Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan ketaatan kepada seorang pun, melainkan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kita wajib berpegang dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kalau seandainya seorang hamba menyalahi seluruh makhluk dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Allah tidak akan bertanya kenapa engkau menyalahi seluruh makhluk. Justru yang akan ditanya, kenapa seseorang tidak mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi malah mengikuti madzhab, syaikh, guru.

Jika ia mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, justru inilah yang akan membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat. Dan sebaliknya, jika ia menyalahi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia akan celaka dan binasa di dunia dan di akhirat.

Ketahuilah, hendaknya engkau dengar dan taat, ikuti dan jangan berbuat bid’ah, nanti engkau tersesat, tidak akan barokah hidup dan amalmu dan tidak ada kebaikan dari amal yang terputus dan tidak ada kebaikan bagi orang yang melakukannya” (lihat Majmu’ Fataawaa XVI/527-529).

Berlanjut ke Bagian 2
GRUP BAABUSSALAAM

✒ Ustadz Najmi Umar Bakkar


WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
http://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *