Sudahkah Engkau Selalu Menghadiri Majelis Ilmu ?

Ikhwah yang berbahagia diatas hidayah Islam dan Sunnah…

Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم  telah menekankan wajibnya untuk menuntut ilmu dan telah mengajarkan tentang salah satu jalan untuk dapat masuk ke dalam Surga yaitu dengan menuntut ilmu syar’i, mempelajari al-Qur’an dan as-Sunnah atas pemahaman para sahabat.

Nabi صلى الله عليه وسلم‎ ‎bersabda :

(1). “Menuntut ilmu itu WAJIB atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no.224, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 3913)

(2). “Barangsiapa yang MENEMPUH perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan “ketenangan” akan turun atas mereka, “rahmat” meliputi mereka, para Malaikat “mengelilingi” mereka dan Allah “menyanjung” mereka di hadapan Malaikat yang berada di sisi-Nya” (HR. Muslim no.2699, Abu Dawud no.3643, at-Tirmidzi no.2646, Ibnu Majah no.225 dan Ahmad II/252, hadits dari Abu Hurairah).

(3). “Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak menginginkan kecuali mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti orang yang melakukan “HAJI”, di mana hajinya sempurna” (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.86)

(4). “Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir”. Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu ?” Beliau menjawab : “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu)” (HR. At-Tirmidzi no.3510, Ahmad III/150 dan lainnya, hadits dari Anas bin Malik, lihat Silsilah ash-Shahiihah no. 2562)

(5). “Tidaklah duduk suatu kaum dengan berzikir kepada Allah Ta’ala lalu mereka berdiri, melainkan dikatakan kepada mereka : “Berdirilah kalian, sungguh Allah telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan”  (HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, al-Baihaqi dan adh-Dhiyaa’, hadits dari Sahal bin Hanzhalah, lihat Shahiihul Jami’ ash-Shaghiir no.5610 dan ash-Shahiihah no.2210)

Majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis ilmu, majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, ‘aqidah yang benar menurut pemahaman salafush shalih, ibadah yang sesuai sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم‎, muamalah dan lainnya.

Lima hadits diatas cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga yang menunjukkan kebesaran ilmu syar’i di dalam Islam…

Untuk itu akhawat sekalian, bersungguh-sungguhlah agar dapat menghadiri majelis para ulama, majelis para ustadz yang berdakwah diatas manhaj yang haq dan jangan sekali-kali kita meninggalkan majelis ilmu…

Setiap pengorbanan, serta capek lelah letihnya seseorang dalam mendapatkan ilmu ini اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ diberikan ganjaran oleh Allah selama ia ikhlas dalam menuntutnya…

Tahukah engkau bahwa ternyata menuntut ilmu itu adalah bagian dari JIHAD ?

Abud Dardaa’ radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Siapa yang beranggapan bahwa pergi menuntut ilmu bukan jihad, maka telah berkurang akalnya” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi hal 60).

Sebagai renungan, ada seorang sahabat yang bernama Jabir bin Abdillah. Beliau korbankan hartanya untuk membeli seekor keledai yang dapat dia gunakan untuk menempuh perjalanan 1 bulan lamanya hanya untuk mendapatkan 1 buah hadits. Beliau relakan hartanya serta fisiknya dalam rangka mencari hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم‎.

Masya Allah…lalu bagaimana dengan dirimu ?

Suatu hari anak Abu Yusuf (murid Imam Abu Hanifah) meninggal dunia, lalu Abu Yusuf mewakilkan kepada tetangganya untuk memandikan dan menguburkan anak itu agar ia “tidak ketinggalan pelajaran” dari gurunya Imam Abu Hanifah.

Masya Allah…lalu bagaimana dengan dirimu ?

Ya ikhwah…

Hadirilah terus majelis ilmu. Dengan demikian engkau akan mendapatkan “keberkahan” dan “kelezatan” dari ilmu syar’i, yang telah diperoleh dengan bersusah payah…

Dan jangan sampai terbetik dalam pemikiran dan hati saat ini dan selamanya dengan banyaknya sarana dakwah baik lewat radio, tv, wa, bbm, internet, fb dan yang semacamnya, akan menjadikan alasan bagi sebagian kaum muslimin untuk “meninggalkan” majelis ilmu, sehingga mereka jarang hadir atau bahkan tidak hadir sama sekali karena merasa sudah berilmu dan “selevel” dengan ustadznya…

Dan inilah musibah yang sudah terjadi…

Sungguh, yang demikian berarti meninggalkan kewajiban yang diperintahkan dan juga akan menghilangkan keberkahan ilmu tersebut…

Rasulullah صلى الله عليه وسلم‎ ‎bersabda :

“Kiranya tak akan lama lagi ada seorang laki-laki yang duduk dalam keadaan kenyang di tempat duduknya…” (HR. Abu Dawud no.4604, Ahmad IV/131, Ibnu Hibban no.12, ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir XX/no.669-670 dan al-Baihaqi IX/332, hadits dari Miqdaam bin Ma’diikarib, telah dishahihkan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali).

Imam al-Baghawi rahimahullah berkata :

“Yang dimaksud dengan sifat ini (laki-laki besar perutnya yang bersandar di kursi sofa) adalah orang-orang yang bergaya hidup mewah dan angkuh yang hanya BERDIAM DI RUMAH dan TIDAK MAU MENUNTUT ILMU AGAMA…”(lihat Syarhus Sunnah I/201)

▫Merupakan nikmat yang sangat besar jika memiliki kemampuan untuk menuntut ilmu…

▫Merupakan nikmat yang sangat besar jika memiliki kemampuan untuk mengamalkan ilmu…

▫Merupakan nikmat yang sangat besar jika memiliki kemampuan untuk menyampaikan ilmu…

 

Berkahnya ilmu sesuai dengan niat yang ada di hati…

Semakin ikhlas niat maka semakin berkah ilmu…

Semakin tidak ikhlas niat maka semakin tidak berkah ilmu…

Ilmu tidak bisa diraih hanya dengan bersantai ria…

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :

 

“Demi Allah, ikutilah ilmu dengan amal, karena ia merupakan pokok yang terbesar. ORANG MISKIN YANG PALING MISKIN adalah orang yang menyia-nyiakan umurnya dalam ilmu yang tidak ia amalkan, sehingga ia kehilangan kenikmatan dunia dan kebaikan akhirat, lalu ia datang sebagai orang yang bangkrut yang diiringi kuatnya hujjah yang merugikan dirinya” (Shaidul Khathir hal 144)

GRUP BAABUSSALAAM

✒ Ustadz Najmi Umar Bakkar


WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
http://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *