Rukun dan Landasan Shalat

ilustrasi (http://wahdah.or.id)
ilustrasi (http://wahdah.or.id)

Oleh: Ustadz Azhar Khalid Seff, M.A.

Rukun secara bahasa berarti sesuatu sisi yang paling kuat , yang tidak akan berdiri dan sempurna, kecuali dengannya.

Sedangkan secara istilah syar`i bahwa rukun berarti inti sesuatu yang termasuk dalam susunannya ,sekaligus merupakan salah satu bagian darinya, dan sesuatu tidak akan pernah ada kecuali dengannya.

Rukun Shalat ada empat belas, yaitu :

🔹1. Berdiri Jika Mampu
Firman Allah SWT :

Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.
▶ (QS. 2:238)

🌸 Hal itu didasarkan pada sabda Nabi n tentang hadits orang yang kurang baik shalatnya: ((إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ.))

“Jika kamu hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah.”

🌸 Serta sabda Nabi n kepada ‘Imran bin Hushain z:

(( صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ *.))

“Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak bisa maka shalatlah dengan duduk, dan jika tidak sanggup juga maka shalatlah dengan berbaring.”

🔹2. Takbiratul Ihram
Hal itu didasarkan pada sabda Nabi:

(( مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ ))

“Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbir dan yang menghalalkannya adalah salam”

🔹3. Membaca Al-Fatihah Secara tertib Pada Setiap Rakaat.
Bacaan seperti itu didasarkan pada hadits ‘Ubadah bin ash-Shamit z: “Bahwa Rasulullah n bersabda:

((لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ *.))

‘Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-Faatihah.’”

🔹4. Ruku`.
Firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
▶ (QS. 22:77)

Dan juga didasarkan pada hadits Abu Hurairah z, tentang kisah orang yang kurang baik dalam mengerjakan shalatnya. Di dalamnya disebutkan:
((ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا *.))

“Kemudian ruku’lah sehingga engkau tenang dalam keadaan ruku’.”

🔹5. Bangkit Dari Ruku` dan Berdiri I`tidal
Ini berdasarkan pada hadits Abu Hurairah z, tentang kisah orang yang kurang baik dalam mengerjakan shalatnya. Di dalamnya disebutkan:

(( ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ))

“Kemudian bangkitlah sehingga engkau benar –benar berdiri dengan tegak {i`tidal}”

🔹6. Sujud diatas Tujuh Anggota Badan.

🌸 Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
▶ (QS. 22:77)

Dan juga didasarkan pada hadits Abu Hurairah z, tentang kisah orang yang kurang baik shalatnya:
((ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا *.))

“Kemudian sujudlah sehingga engkau tuma’ninah dalam sujud.”
Serta didasarkan pula pada hadits Abu Hurairah z, yang di dalamnya disebutkan:
((ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِي سَاجِدًا.))

🌼 “Kemudian bertakbir ketika hendak bersujud.”
Demikian juga dengan hadits Wa’il bin Hujr z, dia bercerita: “Aku pernah menyaksikan Rasulullah n jika bersujud meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu sebelum kedua tangannya. Dan jika bangkit, beliau mengangkat kedua tangannya terlebih dahulu sebelum kedua lututnya.”

🌼 Selanjutnya dengan jari-jemari tangan dan kakinya menghadap kiblat. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hamid as-Sa’idi z, di dalamnya disebutkan: “Jika sujud beliau meletakkan kedua tangannya dengan tidak mencengkeram juga tidak menggenggam. Dan beliau hadapkan ujung jari-jemari kedua kakinya ke kiblat.”

🌼 Dan merapatkan jari-jemari kedua tangannya dan membentangkannya. Hal itu didasarkan pada hadits Alqamah bin Watsilah dari ayahnya, bahwa Nabi n jika sujud maka beliau merapatkan jari-jemarinya. Dan juga didasarkan pada hadits Wa’il z, bahwa Nabi n jika ruku’ maka beliau merenggangkan jari-jemarinya dan jika bersujud beliau merapatkan jari-jemarinya.” Serta didasarkan pada hadits Abu Hamid, yang di dalamnya disebutkan: “Dan dengan ujung jari-jemarinya beliau menghadap ke kiblat.”

🌸 Selain itu, beliau juga membuka jari-jemari kedua kakinya. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hamid, yang di dalamnya disebutkan: “Kemudian beliau merenggangkan kedua lengannya dari kedua lambungnya dan membuka jari-jemari kedua kakinya.”

🌸 Dan sujud beliau dilakukan di atas tujuh anggota badannya, yaitu: dahi, hidung, dua tangan, dua lutut, dan bagian dalam jari jemari kedua kaki. Hal itu didasarkan pada hadits Ibnu ‘Abbas z, dia bercerita: “Nabi n bersabda:

(( أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ *.))

‘Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: di atas dahi -dan beliau mengisyaratkan tangannya ke hidung- dua tangan, dua lutut, dan jari-jemari kedua kaki, dan kami tidak mengumpulkan kain dan rambut.’”

🔹7. Bangkit Dari Sujud.

🔹8. Duduk Diantara Dua Sujud.

Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hurairah z, dalam hadits tentang kisah seseorang yang kurang baik dalam shalatnya. Di dalamnya disebutkan:

((ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا *.))

“Kemudian angkatlah (kepalamu) sehingga kamu duduk tuma’ninah.”

🔹9. Tasyahud Akhir.

Hal itu didasarkan pada hadits Fudhalah bin Ubaitz, shahabat Nabi saw bercerita .bahwa beliau saw mendengar seseorang didalam shalatnya,berdo`a tetapi tidak memuji dan memulyakan Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi saw, kemudian setelah selesai shalat Rasulullah memerintahkan untuk memanggilnya, kemudian beliau saw bersabda :

(( إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ *))

“Apabila salah seorang diantara kalian shalat,maka mulailah dengan memuji Tuhannya yang Mahamulya dan Maha perkasa dan memulyakanNya, kemudian bershalawat kepada Nabi saw, kemudian dia berdoa setelahnya sesuai dengan apa yang dia kehendaki

(( التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ))

🌸 “Segala kehormatan itu milik Allah, juga segala pengagungan dan segala kebaikan. Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan kepadamu, wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan itu dicurahkan pula kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah (semata, yang tiada sekutu baginya). Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

🔹10. Duduk Tasyahud Akhir

🔹11. Shalawat Atas Nabi di Tasyahud Akhir.

Hal ini berdasarkan hadits Fudhalah bin Ubaid ,bahwa Nabi saw bersabda :

(( إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ ))*

🌸 Apabila salah seorang diantara kalian shalat,maka hendaknya dia memuji dan memuliakan Tuhannya , kemudian bershalawat kepada Nabi saw, kemudian berdoa setelah sesuai dengan apa yang dia kehendaki”

🌸 Hadits Abu Mas’ud al-Anshari, yang di dalamnya disebutkan: “Allah telah memerintahkan kami untuk bershalawat atas dirimu, wahai Rasulullah, lalu bagaimana kami harus bershalawat atas dirimu?” Maka Rasulullah n berdiam sampai kami berharap beliau tidak menanyakannya. Kemudian beliau bersabda:

(( قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَالسَّلَامُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ *.))

🌼 “Ucapkanlah: Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa Ibrahim, wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa aali Ibrahim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.’” Dan salam seperti yang telah kalian ketahui.

🔹12. Mengucapkan Dua Salam.
Hal itu didasarkan pada sabda Nabi n:

(( مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ ))

🌸 “Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbir dan yang menghalalkannya adalah salam”

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ *

🌼 Dan dari Amir bin Sa’ad dari ayahnya, dia bercerita: “Aku pernah melihat Rasulullah n mengucapkan salam ke kanan dan kirinya sehingga aku melihat putih pipinya.” Dan berpaling ke kanan dan ke kiri tidak ada masalah sama sekali dalam hal itu.

🔹13. Tuma`ninah Dalam Mengerjakan Semua Rukun.

(( حَتَّى تَطْمَئِنَّ……….

(( sehingga kamu duduk tuma’nina…….

🔹14. Tertib Di Antara Rukun –Rukun Shalat

➖➖➖➖➖➖➖➖

GRUP BAABUSSALAAM

➖➖➖➖➖➖➖➖
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
http://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *