Agar Amal Menembus Langit Ke-7 (bagian 2 – habis)

angkasa

Setelah kita menghadapkan amalan kita hanya kepada Allah dan menyucikannya dari segala macam perusak-perusaknya, maka sekarang kita menyempurnakan amalan tersebut dengan mengerjakannya sesuai dengan petunjuk dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dua hal ini adalah syarat mutlak dalam penyerahan amal kita kepada Allah ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi kita sebagai pembeda antara cahaya dan kegelapan, kebenaran dan kebatilan, rahmat dan kemunkaran, hanya dengan mengikutinyalah cinta dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bisa kita gapai, Allah ta’ala berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31 :

((Katakanlah (Muhammad), “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.))

Mengapa ?

Karena kepada beliaulah Jibril turun dari langit untuk melaksanakan tugasnya menyampaikan wahyu dari Allah ta’ala, dan dari lisannyalah tertutur berbagai macam mutiara yang penuh dengan berbagai macam hikmah, Allah berfirman pada surat An-Najm :

…dan tidaklah dia berkata dengan hawa nafsunya, sesungguhnya itu adalah wahyu yang diturunkan kepadanya

Oleh sebab-sebab itulah tentunya hanya beliau yang paling mengerti bagaimana cara terbaik untuk mendapatkan amalan dengan kualitas terbaik agar bisa diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Allah ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa ayat 59 :

Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan pemimpin kalian…

Dan juga pada ayat 80:

Barangsiapa yang mentaati Rasul berarti dia sungguh telah mentaati Allah…

Ibnu Taimiyyah berkata :
“Allah telah menurunkan perintah untuk mengikuti beliau (Muhammad) dalam Al Quran pada lebih dari 30 tempat, dan di dalamnya Allah menyatakan bahwa ketaatan kepadaNya harus dengan ketaatan kepada Nabi, dan juga barang siapa yang menyelisihi Nabi berati telah menyelisihi Allah”

Ibnu katsir pun berkata :
“Laksanakanlah perintah apapun dari beliau, dan jauhilah larangan apapun dari beliau, karena sungguh dia memerintahkan untuk kebaikan dan melarang dari keburukan”

Jika Allah memerintahkan untuk mentaati Nabi, berarti Allah melarang untuk menyelisihi perintah dari Nabi, Allah ta’ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 63:

…maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih

Pada zaman kita sekarang ini, banyak sekali kaum muslimin yang tidak takut akan mendapat azab yang pedih dari Allah ta’ala, mereka beramal dengan ikhlas tetapi amalan mereka tidak sesuai dengan petunjuk Nabi, melakukan berbagai amalan yang tidak pernah sama sekali Rasul ajarkan, mereka mengadakan perkara-perkara baru dalam agama, mulai dari tahlilan sampai bertawassul dengan yang tidak disyariatkan, maka bagaimana Allah akan menerima amalan mereka ?

Sedangkan di sudut lain, ada pula yang beramal sesuai dengan petunjuk Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam namun niatnya dalam beramal jauh dari keikhlasan hanya mengharapkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala, mereka memperindah sholat mereka hanya karena ada seseorang yang dia anggap penting di sisinya, berpura pura khusyu dalam berzikir agar dianggap sebagai orang yang sholeh sampai yang paling menyedihkan mereka menceritakan amalan yang dia kerjakan dengan ikhlas kepada orang-orang ! maka bagaimana mungkin Allah akan menerima amalan mereka ? Bagaimana mungkin amalan mereka bisa menembus langit ke-7 ??

Semoga Allah ta’ala selalu menganugrahkan kita taufiq dan hidayah-Nya, menolong kita untuk selalu meluruskan niat kita, membantu kita untuk selalu belajar mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Aamiiin


GRUP BAABUSSALAAM
Madinah,
✒ Ustadz Abu Fahd Ega Arya Ir.

 

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *