Agar Amal Menembus Langit ke tujuh (bagian 1)

langit

Allah ta’ala berfirman pada ayat ke-2 surat Al Mulk yg artinya:

” Yang (Allah) Menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa, Maha Pengampun. “

Pada ayat yang mulia ini Allah ta’ala menjelaskan bahwa Dia menguji hamba-hambanya siapa yang paling baik amalnya, dan Dia subhanahu wa ta’ala tidak menyebutkan siapa yang paling banyak amalnya. Ini menunjukkan bahwa Allah lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas, seorang muslim dengan amalan yang paling bagus lebih baik di sisi Allah daripada yang memiliki banyak amalan tetapi dengan kualitas buruk.
Pertanyaannya : Bagaimanakah cara memperbaiki amalan kita?

Para ulama menjelaskan, baiknya amalan seseorang ditimbang dari dua hal :
1. Apakah niatnya dalam beramal hanya mengharapkan pahala dari Allah ta’ala ?
2. Apakah amalannya sesuai dengan petunjuk Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam ?

Allah ta’ala berfirman dalam surat Az-Zumar ayat ke 65 yang artinya :
“… sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu…”

Ini adalah bukti tentang sangat pentingnya pengikhlasan amalan ibadah hanya kepada Allah ta’ala, karena satu-satunya tujuan ibadah adalah untuk penghinaan diri kepada Yang Maha Kuasa, maka dari itu dalam beramal sangat penting untuk membersihkan hati dari segala tujuan dunia seperti mengharapkan pujian dari orang lain agar dibilang orang sholih atau orang alim atau tujuan-tujuan hina lainnya.

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda : “sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya balasan bagi setiap orang tergantung pada niatnya…”

Hadits ini merupakan salah satu landasan yang dijadikan oleh para ulama sebagai pokok dari ajaran Islam, dikarenakan ganjaran setiap muslim tergantung dari apa yang dia niatkan.

Imam Ibnul Mubarak berkata tentang pentingnya niat dalam beramal :
“Betapa banyak amalan yang ringan menjadi berat dikarenakan niat, dan betapa banyak amalan yang berat menjadi ringan dikarenakan niat”

Karena itu niat adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperjuangkan dalam setiap amalan,

Imam Sufyan Ats-tsauri berkata : “Tidak ada sesuatu yang paling susah aku obati kecuali niatku, karena ia selalu berubah – ubah.”

Hanya kepada Allah lah kita beribadah dan memang hanya Dialah yang pantas diibadahi.
Semoga Allah ta’ala selalu meluruskan niat kita dan menguatkan hati kita agar amalan kita bisa menembus langit ke tujuh dan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Wahai yang membolak-balikkan hati kuatkanlah hati kami diatas agamaMu.
Aamiiin
GRUP BAABUSSALAAM

Ega Arya Ir.


WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
http://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

This article has 1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *