* Renungan Bagi Pelaku Dosa dan Maksiat *

lilin

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan adalah jauh lebih besar daripada dosa dan maksiat itu sendiri…!

Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada Malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat adalah jauh lebih besar dosanya daripada dosa dan maksiat itu…!

Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atasmu adalah jauh lebih besar dosanya daripada dosa dan maksiat itu…

Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu adalah jauh lebih besar dosanya daripada dosa dan maksiat itu…!

Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan adalah jauh lebih besar dosanya daripada dosa dan maksiat itu…!

Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain sedangkan engkau tidak pernah takut dengan pandangan dan pengawasan Allah adalah jauh lebih besar dosanya daripada aib dan maksiat itu…!

Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya…?

Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang dizhalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayub tidak membantunya” (Hilyatul Auliyaa’ no.1147).

Subhanallah…!

Itu adalah akibat dari satu dosa yang telah dilakukan oleh Nabi Ayub ‘alaihissalaam, lalu bagaimana dengan nasib seorang hamba yang hidupnya selalu berkubang dengan lumpur dosa, dosa dan dosa…!

Wahai saudaraku, janganlah kita merasa bersih dan suci dari dosa…!

Bisa jadi dosa kita lebih banyak daripada pelaku dosa lainnya, “hanya saja” Allah telah menutup aib dan dosa yang selama ini kita lakukan…!

Seandainya Allah tidak menutup aib-aib dan dosa-dosa yang telah kita lakukan dimasa lalu atau pun sekarang, niscaya kita semua pun akan sangat malu dihadapan manusia…!

Muhammad bin Waasi’ rahimahullah berkata :

“Seandainya dosa itu menimbulkan bau, maka tidak seorang pun dari kalian yang sanggup mendekatiku” (al-Waro’ no.527 oleh Imam Ahmad).

Ini adalah perkataan dari seorang hamba yang shalih, ahli ibadah, mujahid dan seorang yang dikenal di kalangan tabi’in cepat terkabul doanya, lalu bagaimana dengan kita yang selalu merasa suci dan bersih dari dosa dan maksiat, padahal justru kitalah sebagai “pelaku maksiat yang sebenarnya”…!

Lihatlah sikap Bisyr al-Hafi rahimahullah ketika ada seseorang yang memuji ibadahnya yang dilakukan dalam keadaan lama dan indah, maka Bisyr pun berkata kepadanya :

“Janganlah engkau terpedaya dengan apa yang telah engkau lihat dariku, karena sesungguhnya iblis telah beribadah (kepada Allah) ribuan tahun kemudian dia menjadi kafir kepada Allah” (Faidhul Qadir II/606)

Wahai saudaraku…

Hari yang paling baik adalah ketika tidak berbuat maksiat dan dosa kepada Allah…

Amal yang paling baik adalah amal yang diterima oleh Allah…

Waktu yang paling baik adalah waktu disaat wafat dalam keadaan husnul khathimah…

Kesuksesan dan kemerdekaan yang hakiki adalah disaat Allah memasukkan seorang hamba kedalam surga-Nya…

📢 Ust Najmi Umar(NUB)

—————-
WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)
WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)
Daftar : 0878 7400 3722
Join telegram channel @sahabatibnuzubair
https://www.attauhid.net

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *